Advertisement
BANDUNG — Maraknya aksi pembegalan di sejumlah wilayah Kota Bandung kini berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Rentetan kejahatan jalanan yang terjadi belakangan ini sukses memicu kecemasan mendalam bagi warga, terutama mereka yang terpaksa beraktivitas sejak malam hingga dini hari.
Para komplotan kriminal ini diketahui menyasar para pengendara roda dua yang melintasi jalur sepi dan minim penerangan jalan. Dalam mengeksekusi aksinya, pelaku yang biasanya bergerak secara berkelompok memanfaatkan kelengangan situasi untuk merampas harta benda korban secara paksa.
Rekam Jejak Kasus Begal di Bandung (Mei–Juli)
Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak kepolisian dan laporan media, berikut adalah rentetan aksi pembegalan yang mencoreng keamanan Kota Kembang dalam beberapa bulan terakhir:
- Awal Mei: Seorang kurir logistik menjadi korban pembegalan nekat yang dilancarkan pada siang bolong.
- Pertengahan Juni: Dua orang penjahat bersenjata tajam melukai dan merampas motor pengemudi ojek online di kawasan Jalan Cikawao, Lengkong.
- 14 Juli: Pembegalan bermodus penagih utang (debt collector) menimpa warga bernama Azmy di Jalan BKR, Regol. Tiga pelaku berhasil diringkus polisi dua jam pasca-kejadian.
- 16 Juli: Pemuda berinisial U (24) dirampok di Jalan Babakan Ciparay. Satu pelaku tertangkap dan satu lainnya buron.
- 17 Juli: Kasus teranyar menimpa seorang pria di dekat Kampus Maranatha, Sukajadi. Korban menderita luka-luka akibat mencoba mempertahankan barang berharganya dari serbuan komplotan begal.
Respons Tegas Kepolisian
Menanggapi situasi yang kian meresahkan, Polrestabes Bandung bergerak cepat dengan memperketat pengamanan kota melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD).
Kasat Samapta Polrestabes Bandung, AKBP Dedi, menjelaskan bahwa operasi pengawasan kini difokuskan penuh pada jam-jam rawan kriminalitas, khususnya mulai tengah malam hingga menjelang subuh. Personel bersenjata diplot pada titik-titik krusial yang dinilai rawan potensi kejahatan.
Sesuai dengan instruksi tegas dari Kapolda Jawa Barat dan Kapolrestabes Bandung, aparat penegak hukum tidak akan segan untuk memberikan tindakan tegas dan terukur di lapangan bagi para pelaku begal yang nekat beraksi.
Di sisi lain, warga Bandung diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri, sebisa mungkin menghindari perjalanan sendirian di area sepi saat malam hari, serta segera melapor ke pos polisi terdekat jika melihat gerak-gerik komplotan yang mencurigakan.
