Iklan

20 Agu 2026, 20 Agustus WIB
Last Updated 2026-08-20T14:29:04Z
aik 1aik 2sosial budaya

Heboh Video Pria Ngamuk Tanpa Busana di Jagakarsa, Polisi Pastikan Pelaku Pengaruh Alkohol

Advertisement


Jakarta Selatan
— Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi tidak terpuji seorang pria di kawasan Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pria tersebut tampak bertindak agresif di tengah jalan raya tanpa mengenakan pakaian dan melakukan aksi penganiayaan terhadap sejumlah pengguna jalan yang melintas.

Sontak saja, peristiwa yang terjadi pada Selasa malam (18/8) tersebut langsung memicu kegaduhan publik dan menjadi perbincangan hangat netizen. Banyak spekulasi liar bermunculan di kolom komentar media sosial, salah satunya dugaan bahwa pelaku merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Namun, pihak kepolisian dengan cepat meredam simpang siur informasi tersebut.

Kronologi Kejadian dan Klarifikasi Kepolisian

Berdasarkan rekaman video yang beredar luas di berbagai platform digital, pria tersebut terlihat menghadang dan secara mendadak menghentikan beberapa pengendara sepeda motor. Dalam kondisi tanpa busana, ia meluapkan kemarahannya dan melayangkan pukulan ke arah para pemotor yang panik dan berupaya melarikan diri.

Petugas dari Polsek Jagakarsa segera bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat dan rekaman video yang viral tersebut. Pelaku berinisial J (23) akhirnya berhasil diamankan oleh petugas kepolisian pada Rabu pagi (19/8).

Proses penangkapan sempat memakan waktu dan diwarnai keuletan petugas karena pelaku bertindak kooperatif secara perlahan. Setelah pendekatan yang persuasif, pelaku akhirnya berhasil dibawa ke markas Polsek Jagakarsa sekitar pukul 11.00 WIB untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi Tegaskan Pelaku Bukan ODGJ, Melainkan Pengaruh Minuman Keras

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, membantah keras narasi yang menyebutkan bahwa pelaku menderita gangguan kejiwaan atau ODGJ. Dari hasil pemeriksaan awal dan interogasi petugas, aksi nekat serta tindakan agresif pelaku dipicu oleh kondisi hilang kendali akibat konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.

"Pelaku bukan ODGJ. Yang bersangkutan melakukan aksi tersebut karena dalam kondisi mabuk berat akibat pengaruh minuman keras," ungkap pihak kepolisian saat mengonfirmasi kejadian tersebut.

Pihak kepolisian membeberkan bahwa pelaku mengonsumsi minuman beralkohol hingga tak sadarkan diri, melepas pakaiannya sendiri di ruang publik, serta kehilangan kontrol atas emosi dan tindakannya. Polisi juga membenarkan bahwa pelaku berstatus sebagai mahasiswa dan saat ini berdomisili di sebuah mess kawasan Lenteng Agung.

Proses Hukum dan Pencarian Korban

Hingga saat ini, penyidik kepolisian masih mendalami motif pasti serta mengumpulkan barang bukti tambahan pendukung di lokasi kejadian. Selain memeriksa kondisi fisik dan psikologis pelaku, kepolisian juga mengidentifikasi pengendara sepeda motor yang menjadi korban pemukulan dalam insiden tersebut.

Langkah ini diambil guna memastikan hak-hak hukum korban terpenuhi serta memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang kembali di wilayah hukum Jakarta Selatan.

Pelajaran Penting: Dampak Buruk Alkohol di Ruang Publik

Insiden memprihatinkan ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat luas mengenai bahaya konsumsi minuman keras atau beralkohol secara berlebihan. Konsumsi alkohol tidak hanya merusak kesehatan organ tubuh, tetapi juga secara signifikan menurunkan kemampuan kognitif dan kontrol emosi seseorang.

Beberapa dampak buruk alkohol bagi keamanan publik antara lain:

  • Kehilangan Kontrol Diri: Mengikis rasa malu dan kesadaran hingga melakukan tindakan menyimpang di tempat umum.

  • Tindakan Anarkis & Kriminal: Memicu emosi tak terkontrol yang berpotensi mencederai atau merugikan orang lain yang tidak bersalah.

  • Konsekuensi Hukum Serious: Perbuatan yang dilakukan saat mabuk tetap tunduk pada hukum pidana, seperti pasal penganiayaan dan perbuatan melanggar kesusilaan di muka umum.

Guna menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, masyarakat diimbau untuk selalu menjaga ketertiban umum serta tidak ragu melaporkan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan kepada pihak berwajib terdekat.